Sebetulnya tak pandainya aku Curhat. Mendengar kalimatnya saja bingung aku. Mentel kali pulaknya. Bak kata orang-orang Curhat itu kependekan dari Curahan Hati.
Kalau aku tahunya cuman curah hujannya. Tapi karena penasaran kubuatlah dulu curahan hatiku yang pertama ini. Karena biar jelek gini masih punya hatinya aku ini.
Ha...!!! Begini Curhatku :
Tapi sebentar dulu...apalah mau kucurhatkan ini...kan bingung akukan bingung. Soalnya kalau dengar kata Curhat, orang pasti berpikir soal Cinta. Tapi tidaklah kurasa semuanya soal itu. Untuk pertama curhat ajalah aku soal bibirku ini. Bolehkan ...bolehlah pasti kurasa.
Baiklah kuceritakan sedikitlah soal bibirku ini. Dengarlah...dengarlah mau becerita aku ini. Bibirku ini dulunya mantap bak kata seniman mirip sampan tebolak balek. Ha...coba kau bayangkan saja kalau sampan tebolak balek pasti mantap itu, unik dia pastinya. Tapi sampannya pasti baru di catlah, mulus tak ternoda.
Itu saat aku masih kecil dan remajalah, aku ini anak baik-baiklah tak merokok aku sampai tamat SMA. Tak percaya kaukan...tak percayalah karena memang sekarang bak kata seniman lagi bibirku ini udah kayak sampan pecah. Percaya kaukan...percayalah kalau yang udah tak paten bibirku ini barulah kau percaya.
Tapi memang betul kata seniman itu, sudah ternoda bibir mantapku ini sama rokok, jadinya pecah-pecah coklat gelap pula lagi. Itu ajanya curhatku karena mau taulah aku nasehat atau tips kau bagaimana cara mengembalikan perahu tebolak balek yang mantap tuh !
Jangan lupa kau jelaskan ya....siapa ? Bah...siapa ajalah yang membaca curhatku ini kan itu pasti kau dan pasti bukan aku. Janganlah marah, masak tega kau lihat aku sudah berani Curhat macam orang gila...tapi tak kau balas. Oke mantap ya...kutunggulah kau disimpang. Eh...salah maaf pokoknya kutunggulah jawabannya....oke.
Ha...disinilah pulak tempat kau jawab pertanyaanku itu ya...janganlah lupa
BalasHapus